Bandung, 14 November 2021
Tulisan kali ini untuk sahabat-sahabatku yang tidak sempat ku perhatikan dengan sungguh-sungguh. Beberapa waktu belakangan ini aku terlalu sibuk mengurusi diri sendiri, merawat luka-luka yang terlalu lama ku biarkan begitu saja. Kemudian sibuk menata hidup di tempat baru dengan segala kemauanku yang tidak terlalu sederhana, tapi ku rasa juga tidak serumit kebanyakan orang. Aku sibuk berdamai dengan segala ketakutan menghadapi hidup yang asing, tetapi juga enggan untuk bertahan dan tidak kemana-mana.
Terima kasih segala dukungan dan perhatian yang kalian berikan. Segala hal yang kalian lakukan itu sangat berarti untuk manusia yang kesulitan mempersilakan orang baru masuk ke dalam hidupnya, semacam aku. Tidak sulit untuk ku berinteraksi dan ramah dengan orang lain. Tetapi yang selalu sulit adalah membuka diri, menerima kehadiran orang lain. Karena ingatanku tentang orang terdekat itu melekat, dan sayangnya aku juga mudah terluka ketika membuka diri.
Maaf ya, karena banyak hal yang terjadi padaku, kalian berhati-hati sekali untuk bercerita. Kalian selalu menanyakan kabarku lebih dulu, padahal kalian menghadapi hal yang tidak mudah (juga).
Aku sedang berusaha pulih, secepat mungkin.
Selepas ini, semoga aku bisa dengan cepat kembali menjadi aku yang tidak membuat kalian khawatir. Kembali menjadi tempat kalian bisa mengeluh dan menangis. Aku senang melakukannya, dan rindu. Walaupun tidak pernah mengatakannya dengan terus terang, tapi aku tau kalian juga rindu pada aku yang baik-baik saja itu.
Tunggu aku ya...
Perlahan, semoga kalian juga bisa memulihkan diri dengan segera. Tidak perlu terburu-buru agar lepas dari perasaan yang mengganggu. Tetapi aku berdoa semoga ketenangan hadir dalam kehidupan kalian, sesegera mungkin.

No comments:
Post a Comment